Tuhan, menyaguhi setiap penggalangan janji salahkah bila kupenuhi tanpa rasa ikhlas. Obituari kehidupan membuatku sedikit terkesiap, tersentak pada stagnasi keadaan dimana aku tak dapat maju taupun mundur. Bagaimana jika perputaran roda itu menghantamku keras dengan janji yang kutahu akuan sulit kupenuhi. Janji yang tak mungkin kusaguhi jika aku tahu aku tak dapat menyaguhinya, namun pula janji yang tak bisa kutolak dengan mengangkat daguku tinggi-tinggi.
Yang tak bisa dilihat, namun bisa dirasakan, yang sulit didengar namun dapat dijawab dengan seksama hati-hati. Berpikir bagaimana hal yang benar utnuk membayar percikan hutang janji laknat itu. Kusumpahi sebagai laknat. Kulakukan pun akan jadi borok untukku, akan jadi bayang semu untukku. Tak kubayar sekali pun akan mengahncurkan hidupku dengan sumpah abstraknya.
JANJI, lalu bagaimana dengan cinta,
butakan dia yang merasa beruntung dengan janji yang tak menapaki tanah, melayang, mengambang di udara, semu untuk diraih. Penyadaran hati akan cinta yang buta, membuatnya kaku menjelajahi ruang mentalku yang lemah akan ketidakpastian mencari titik untuk memulai sebuah pembayaran yang tak bisa dibayangkan dengan kasat mata bahkan perasaan, fatamorgana gelap.
Dia yang terikat padaku ataukah aku yang terikat janji padanya, sungguh bayang kelam ini mengikuti setiap alur dan arus kehidupanku menapaki setiap bulir permata tajam yang silau ditatap mata telanjang, lama mengiris hati dan mengoyak perasaan.
DIA MEMBUNUHKU perlahan, dengan ikatan janji yang tak bisa kupenuhi, namun juga harus kupenuhi, dengan sadar atau bukan. Kembali pada obituari yang tak pasti. Garis kelam abu-abu yang jatuh tanpa bayangan, tak bisa diterka keberadaannya.
IRONI, jikalah ada seorang yang tahu bagaimana rasanya, kuingin seseorang itu membantuku mencari titik nadir penentuan hidupku itu. Khayal, lagi-lagi berkhayal.
AKU, DIA, dan TUHAN.
selayang kilat menembus panorama di atas awan, mencoba meraih dengan segenggam debu di atas angin..
Memebersihkan Kuku bisa kamu lakukan dengan merendam kaki atau tanganmu dengan air hangat yang telah diberi perasan jeruk nipis. Rendam selama kurang lebih 15 menit. Kalian tau guys? Air hangat itu bisa membuat kulit di daerah sekeliling kukumu menjadi lunak dan lebih mudah untuk dibersihkan :D
Jika kuku kalian mengerak kuning, bisa juga disikat dengan pasta gigi, niscaya kuku kamu bakalan lebih bercahaya :D
Memperkuat Kuku
Memperkuat kuku bisa dilakukan dengan mengolesi kukumu dengan pelembab secara rutin, memang ribet sih, tapi hasilnya cukup efektif kok. Emm, kamu juga bisa membuat kukumu lebih kuat dengan irisan bawang putih lalu ditancapkan ke bagian kukumu yang panjang.
Oh iya, sekedar engingatkan, beberapa factor yang bisa membuat kuku kalian rapuh adalah AC (Air Conditioner), Sabun, Detergen, dan shampo.
Selain memperkuat kuku dari luar, kamu juga dapat memperkuat kuku dari dalam, percaya atau tidak, banyak-banyak minum air putih dan cukup minum susu atau minuman berkalsium dapat memperkuatdan menyehatkan kuku.
Memotong Kuku
Pilihlah pemotong kuku yang tajam, sehingga tidak perlu mengulang-ulang potongan hingga membuat ujung kuku bersisik. Jika kuku belum terpotong sempurna, jangan menarik paksa kuku tersebut, kalian tau? Itu dapat melukai kulit, dan kulit yang terluka dapat mempermudah masuknya kuman kedalam luka itu.
Sebaiknya, jangan memiliki kuku yang terlalu panjang, karena kuku tersebut dapat menjadi sarang kuman penyebab penyakit. Tapi juga jangan mempunyai kuku yang terlalu pendek karena itu dapat membuat kulit kita rentan terhadap luka.
Cat kuku dan Nail remover
Cat kuku disadari dapat membuat kukumu lebih cantik, memadukan warna cat dengan kulit yang sesuai membuat kuku akan terlihat segar dan menarik untuk dilihat.
Kalian tahu guys? Menggunakan cat kuku atau kuteks yang terlalu lama dapat mebuat kukumu menjadi kekuningan. Selain daripada itu, terlalu sering dalam menggunakan nail remover dapat menghilangkan warna natural kuku dan membuat kuku tidak mengkilap lagi, jadi jangan terlalu sering menggunakan nail remover, karena air lebih menjamin dan menjaga warna asli dan kemengkilapan kukumu.
Dalam menggunakan nail remover saat menghilangkan kuteks juga sebaiknya jangan sekali-kali menggosoknya, cukup usapkan satu dua kali saja hingga bersih, karena gosokan tersebut dapat membuat kuku kamu menjadi kusam.
Biarkan kukumu istirahat setelah sekali tempo menggunakan kuteks, kuku juga butuh refreshing lho :D
Merawat Kuku
Jangan menggigiti kuku, menggosok kuku, atau membuka paksa benda keras dengan kuku, itu dapat melukai kulitmu guys, juga dapat menghilangkan kecantikan kukumu J sedangkan menggigiti kuku dapat membuat perutmu sakit, percaya atau tidak, menggigit kuku dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam tubuhmu, terlebih perutmu, dan membuat perutmu sakit.
Jangan menggorek kuku dengan kuku lain, karena dapat merusak penampilan kuku dan mebuat bagian dalam kuku menjadi lebih kotor.
Jangan ngoyo dalam melakukan cuci piring, memeras kain pel, atau mencuci pakaian, jika memungkinkan, gunakan sarung tangan.
Kelak kaukan menjalani hidupmu sendiri melukai kenangan yang tlah kita lalui yang tersisa hanya aku sendiri disini kau akan terbang jauh menembus awan memulai kisah baru tanpa diriku
Seandainya kau tau ku tak ingin kau pergi meninggalkanku sendiri bersama bayanganku seandainya kau tau akukan slalu cinta jangan kau lupakan kenangan kita slama ini
His name is Rastha Satya Dewabrana. People often called him Rastha. I know him months ago, when my close friend, Siti told me that there was a boy that would me to be his close friend. And I said ‘yes of course I wanted to be his friend’, and now, I still communicate with him, Rastha.
I don’t know why or how it happens, slowly but certainly. First thing I know about him is that He is a cool boy, there were not too much word, phrase, or sentences that come out from his mouth. But, he is good enough I think.
Emm, well, I’m glad to know him. He is a good boy, I think. But maybe we need more time to understand each other, to get more senses about our truth feeling.
But, it is different NOW, I recognize that I’m not assume him as my friend anymore, but more than just a friend I mean.
Difficult for me to say it, but, this is the real, this is the feeling, the condition that I must hold tight.
As I know that he had close relationship with a girl for about 3 years. How amaze it was, but the truth, all of that was done. Sometimes, I get a pessimist to stand beside him, that you know what, I never ever had a close relation with my ex.boyfriend more than six month, and three years were long enough I mean.
Well, i never know about his feeling, as I talked before that he is a taciturn boy, he never told about his feeling. Now, all I know just, I feel comfort beside him, enjoyable, calm, peaceful, happy, sad, jelous, and many more.
Maybe I love him, but it stand maybe. I don’t know what will happens tomorrow, next month, or maybe next year.
Rastha, I’ll waiting for your request to be your girl, but if that day never comes along, I guest we can be an everlasting friend, a blue tonic friend, I promise.
Satu waktu, aku ingat betul apa saja yang aku lakukan dulu, seperti trial film, melintas tepat di depan mataku, apapun yang aku lakukan di masa lalu. Kata-kata manis yang melekat di memori, juga kata-kata menohok yang juga sulit untuk dilupakan. Semua kembali lagi terbesit di otakku.
Aku yang dulu tentu BERBEDA dengan aku yang sekarang, yang aku tahu adalah, aku menjadi gadis yang mempunyai sikap ‘lebih baik’, bettering my self, kata0kata itu selalu muncul ketika aku hendak berbuat sesuatu yang secara sadar atupun tidak.
Waktu terus berputar ke depan, aku sendiri tak begitu menyadari waktu yang begitu panjang itu terasa begitu cepat mengisi hidupku, merubah segala perilaku dan sifatku.
Hingga suatu minggu di mana aku bertemu dengan teman-teman lamaku, nostalgia akan masa lalu tentu tak bias dihindari, tapi yang sampai saat ini masih meracuni pikiranku adalah ketika mereka mengatakan bahwa aku ‘berbubah’.
Aku menyadari semua hal itu, hari demi hari, satu per satu dari teman-temanku memprotes perilakuku akhir-akhir ini, atau mungkin waktu kini.
A: “Kamu berubah nit, nggak kayak dulu. Aku kangen kamu yang dulu, Anit yang sekarang beda, nggak supel lagi.”
B: “Kamu nggak asyik, nggak nyante, nggak nyaman lagi buat di ajak ngobrol, kamu beda sekarang.”
C: “ Kamu sekarang kok atos e, Nit. Jutek banget, nggak kaya dulu yang selalu say ha say hi, ramah abis, seru. Sekarang atos banget.”
D: “Kamu sekarang pendiem, nggak cerewet kaya dulu, jadi nggak rame tau nggak.”
E: “Kamu suka emosian sekarang, marah-marah terus bawaanya, nggak kaya dulu yang selalu ngeredam aku buat nggak marah. Aneh kamu, freak Nit.”
Aku bingung dengan apa yang mereka bilang satu atau dua minggu ini, tiba-tiba aja mereka datang ke aku dan bilang semua itu di penghujung sms atau telfon, yaa, aku mulai terbiasa dengan kritik mereka itu, ku hargai sebagai tolok ukur untukku berubah menjadi lebih baik. Jujur, sedikit shock aku mendengarnya, hanya saja setelah aku ingat kembali, aku piker berulang kali, yaa, kuakui aku memang BERUBAH. Aku yang sekarang emosian, atos, egois, gede gengsi, nutup hati, aku yang sekarang jutek, judes, dan pendiem, nggak kaya dulu yang cerewet.
Jujur, aku nggak ngerti gimana jelasinnya, hanya, aku sendiri mencoba menjadi diriku sendiri dulu, tapi tak bisa dengan sekarang, Aku tak bisa seperti dulu lagi yang ‘tanpa beban’ karena pada kenyataanya masala yang berat dan bertubi-tubi itu telah membuat mentalku keras, oto ku kaku. Aku tak tahu bagaimana harus bersikap selayaknya, aku telah mencoba untuk sabar, Tapi masalah itu begitu banyaknya dan begitu dahsyatnya hingga aku tak mampu menyangganya sendiri, aku tak mampu, tapi aku dipaksakan untuk mampu, akrena aku tak ingin orang yang aku saying terpuruk dengan masalahku.
Teman, sahabat, keluarga, pacar, semua memberiku satu pelajaran, satu masalah dalam sekali tempo, bagaimana aku menampungnya, aku yang dulu hanya gadis kecil yang tak tahu apa-apa tentang hidup, hingga aku harus dihadapkan dengan sebuah keadaan dimana tak seharusnya anak kecil sepertiku mengetahuinya bahkan terlibat di dalamnya, keadaan yang mampu merubah seluruh tatanan kehidupanku yang awalnya begitu indah, yang awalnya kurasa sangat sempurna.
Kini, memang tak semua masalah itu terselesaikan, tapi setidaknya aku bisa menyingkirkannya sejenak, melupakannya dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa, dan aku berhasil melakukannya, entah suatu saat nanti semua akan jadi borok, setidaknya aku telah dewasa untuk mengerti ..
Yang perlu aku lakukan sekrang adalah, melupakannya semua, walaupun dengan itu aku hanya menghindarinya, tapi setidaknya itu tak begitu menghambat langkahku, tak membayangiku di setiap kedipan dan hembusan nafasku.
Aku ingin berubah, menjadi sesorang yang sabar dengan segala hal, bukankah sabar itu tak ada batanya, yaa, kutahu aku pasti bias, berubah menjadi Anit yang dulu lagi, tanpa mengubah apa yang baik yang telah aku lakukan sekarang, dan menambah segala hal buruk yang kulakukan di masa lalu.
Aku percaya aku bisa. Cause nothing impossible in this world :)
Dear Anjani Siswosoegitha, Angka Garis Hidupmu adalah 7, yang artinya:
Mereka yang angka garis hidupnya 7, berjiwa damai dan penyayang, tapi analitis dan tidak terlalu terbuka. Kekuatan hebat dalam diri Anda terlihat pada dalamnya cara berpikir, Anda selalu mengumpulkan pengetahuan baru dalam setiap hal yang Anda temukan. Seorang intelektual, ilmiah, dan selalu mencari ilmu, Anda tidak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri".
mah, SEMUANYA buat aquila ya, nggak perlu kamu jawab mungkin aku dah bisa nebak, *jangan bilang salah lho
aku kira masih wajar mah ngerasain sakit hati, tapi kayaknya kamu berlebihan deh, aku baca blogmu, nemuin satu paragraf ini : "Jika kamu campakkan aku sama teganya dengan kamu menyayat hatiku hidup-hidup, merobek kulitku saat aku tertidur... Jika kamu tinggalkan aku sama dengan kamu bunuh aku di tengah kesibukkan dan kenikmatanku bersamamu....."
aku miris mah bacanya, aku tau sulit mah buat kamu buat ngelupain dia, tapi coba mah, dikit-dikit, kalo kamu nggak ada niat buat ngelupain, apa iya bakal digantungin terus gini mah, takdir mah, can u believe it ? only God knows why, trust me, it'll feel really comfort and joyable when you can let him go, when you can breath without his shadows, when you can walk, run or maybe fly without his unpredictable feeling, you never ever know what will Alloh gives to you for you and him, last, now, or after.. kamu tahu mah, aku pernah ngerasain hal yang lebih berat dari kamu, nangis tiap inget kenapa pisah, ketawa tiap inget amazed moments, but, God will gives us something better,
jangan pernah paksa buat ngelupain, tapi bikin kamu lebih nyante mah, ntar juga lupa, nggak usah terlalu berharap, pasrah aja sama nantinya, kita tuh masih muda mah, masih bayak waktu buat kedepan, mungkin dia bukan yang terbaek buat kamu..
aku bilang gini karena aku peduli mah sama kamu, percaya, God have something unpredictabl, something wonderful that you never think before :o
aku berani ngomong gini karena aku udah ngalamin sendiri mah, aku bisa keluar dari belenggu mah, aku berhasil :) and i pray, you'll follow my way, join me to bring our heart for someone which is loved by Alloh, amin.